Terkadang sering kita bertanya pada diri sendiri, sudah dewasakah sikapku selama ini, atau terkadang kita juga sering menilai bahwa parameter dewasa ditentukan oleh usia atau pola pikir seseorang. Apakah dengan bertambahnya usia seseorang sudah menjamin bahwa dia akan lebih dewasa dalam bersikap?, jawabannya tentu saja beragam. Yang jelas banyak orang yang telah dinyatakan dewasa berdasarkan usianya, ternyata masih berpola pemikiran seperti anak-anak dan sebaliknya. Pada tulisan ini mencoba mengulas sedikit tentang dewasa.
Dr. Arnold AH seorang psikolog mengatakan, umur kita tidak ditunjukkan oleh berapa lama kita dilahirkan, tetapi oleh peristiwa-peristiwa tersebut. Artinya, seseorang dikatakan dewasa bukan karena usianya telah mencapai dewasa, tetapi karena reaksi-reaksi emosionalnya telah mencapai reaksi kedewasaan. Bisa jadi seseorang mencapai kedewasaan meskipun usianya belum dikatakan dewasa.
Thomas E Sutherland membahas kedewasaan seseorang dari tingkah lakunya. Pembahasan tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut:
Sikap yang menandakan seseorang tidak dewasa:
1. Memakai pikirannya bukan untuk menangani masalah yang dihadapi tetapi justru menghindarinya.
2. Berpikir tanpa arah.
3. Pikiran dikuasai keinginan, tidak membedakan keinginan dan realita, antara pandangan dengan fakta.
4. Tidak mampu menunggu (sabar), mudah kehilangan kontrol diri.
5. Menghindari tanggung jawab.
6. Mudah tersinggung dan sakit hati bila dikritik.
7. Bila kalah sudah siap dengan alasan-alasan.
8. Membesar-besarkan kegagalan atau keberhasilan.
9. Selalu bersikap dan bertingkah laku ekstrim.
10. Memaksakan pendapat dan kehendak sendiri.
11. Mematahkan semangat orang lain.
12. Iri melihat keberhasilan orang lain.
13. Interest pada diri sendiri.
14. Tinggi hati, memandang rendah diri dan ide-ide orang lain.
15. Mementingkan diri sendiri atau lingkungan sendiri yang terbatas.
16. Lebih senang sendirian dan mengurung diri.
17. Sering terlambat, berbuat salah dan tidak konsisten.
18. Enggan bekerja keras dan lama.
Ciri-ciri dewasa
1. Memakai kemampuan berpikirnya untuk menemukan dan menentukan tindakan ke arah pemecahan masalah yang dihadapinya.
2. Berpikiran dengan arah dan tujuan yang pasti.
3. Berpikir atas realita, dapat membedakan keinginan dan realita, dan pandangan dengan fakta.
4. Mampu menunggu dengan sabar, dan dapat mengendalikan emosi walau dalam keadaan kritis.
5. Bertanggung jawab dalam kata-kata, sikap dan keputusan, dan tindak-tanduk.
6. Terbuka, mau mendengar, dan mampu mengambil manfaat dari setiap kritik.
7. Dapat menerima dan belajar dari kekalahan. Berprinsip bahwa kekalahan merupakan kemenangan yang tertunda, dan untuk diambil pelajaran.
8. Menghadapi kegagalan dan keberhasilan secara wajar.
9. Moderat, baik dalam sikap, pandangan, dan tingkah laku.
10. Bersedia kompromi demi tercapainya perdamaian.
11. Membangkitkan semangat orang lain.
12. Senang melihat orang lain beruntung/berhasil.
13. Menaruh interest pada orang lain.
14. Rendah hati, menghargai diri dan ide orang lain.
15. Mementingkan kepentingan bersama.
16. Dapat menikmati dan mengambil manfaat bergaul dengan orang lain.
17. Dapat diandalkan, selalu bekerja sebaik mungkin, mantap dan konsisten.
18. Mau bekerja keras dan lama.
Dari penjelasan tentang kriteria sikap dewasa diatas, semoga kita bisa mengambil dan mengintrospeksi sikap kita selama ini. Sudah dewasakah sikap kita? (17-Jan-05, 8:04 AM)